//
you're reading...
Motivation

Keikhlasan Matahari

Ikhlas… Sangat mudah untuk diucapkan. Banyak orang yang hanya bisa mengatakan dirinya ikhlas dalam segala hal namun sebenarnya belum ikhlas. Sangat manusiawi memang, karena itu termasuk sifat manusia. Namun, apa salahnya jika kita belajar dari hal-hal yang ada disekeliling kita untuk dijadikan pelajaran hidup agar menjadi lebih baik.

Ada seorang guru dan siswa sedang berbincang…

Guru: “Jika kamu disuruh memilih, mana yang kamu pilih antara menjadi bintang dan matahari?”

Siswa: (dengan cepat menjawab)”Bintang, pak.”

Guru: “Kenapa?”

Siswa: “Soalnya bintang itu indah pak. Seperti berlian berkelipan di langit di kala malam. Dan semua orang pasti suka sama bintang. Kalo matahari pak, panas sekali. Banyak orang yang menghujat2 mataharikarena panasnya. Yaaaa… saya pengen jadi bintang karean orang-orang pasti akan suka dengan kehadiran saya..”

Guru: “Alasan yang cukup masuk akal. Tapi apa pernah kamu berpikir, bahwa bintang tidak setiap malam datang menyapa kita. Bahkan ketika kita ingin sekali ada bintang di malam hari, bintang itu tidak muncul di gelap nya langit malam karena mendung. Beararti bintang hanya ingin menangnya sendiri. Bagaimana dengan pendapatmu?”

Siswa: “Iya ya pak ya…. Nggak kepikiran.. Tapi bukankah matahari juga begitu, kalo mendung kan tidak ada panas..?”

Guru: “Tidak ada panas bukan berarti tidak ada cahaya. Semendung apa pun langit, cahaya matahari masih sampai ke permukaan bumi, buktinya kita masih bisa membedakan siang dan malam.”

Siswa: “Tapi pak, matahari kan memberi cahayanya cuma siang hari. Sedangkan malamnya?”

Guru: “Matahari sangat tahu kebutuhan di bumi. Dengan cahaya matahari, tumbuhan bisa berfotosintesis, manusia bisa beraktifitas tanpa harus menyalakan lampu. Namun, kita sudah waktunya terbenam, matahari tahu jika dia terus menyinari sepanjang hari maka suhu di bumi akan panas, aspal2 jalan akan meleleh, bahkan es di kutub pun akan meleleh maka tidak seimbang lagi keadaan alam di bumi. Untuk itu dia membenamkan diri di malam hari agar bumi menjadi dingin dan dapat menjaga suhunya. Hampir semua makhluk, terutama manusia di bumi menghujat akan kehadiran matahari. Padahal mereka sangat membutuhkan kehadiran matahari. Meskipun matahari dihujat dan dibenci tapi dia tak pernah berhenti menyinari bumi dan alam semesta. Karena dia IKHLAS, tidak mengharapkan untuk dipuji dan dipuja, dia hanya menjalankan tugasnya  dengan IKHLAS. Jadi, belajar lah dari keikhlasan matahari yang selalu menyinari.”

Nah, itu tadi sedikit cerita tentang ikhlas. Mari kita selalu ikhlas dalam segala hal untuk meraih ridho-Nya.🙂

Berpikir Positif … >>

About nisa

An extraordinary girl in an ordinary world

Discussion

3 thoughts on “Keikhlasan Matahari

  1. waaaahhh… dalem banget….🙂

    Posted by icha | May 16, 2011, 4:27 pm
  2. ttep ye….sunnyx keluar…
    tp cm kamu yg alwayz ngingetin bout’ sunny….
    hehe

    Posted by amel | May 21, 2011, 11:55 am
  3. kasih ibu….kepada beta….. tak terhingga sepanjang masaaa…….
    hanya memberrriiii,,,
    tak harap kemmbaalliiii….
    bagai sang suryaaaa,….
    menyinari duniaaaa…..

    visit please…..
    http://mufatismaqdum.wordpress.com/

    Posted by mufatis | May 25, 2011, 11:26 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: